Surat untuk Sahabat

“Dit, pokoknya senin besok side (berarti: kamu) harus mampir ke rumah saya!”

“Insya Allah Din, tp saya ke kabupatenmu rame-rame sama bos niy”

“Eee.. biarin aja, ajak sekalian mau rame-rame juga gak apa-apa, rumah saya sudah bagus kok.”

“Ya udah Din, gimana besok kalo jadi aku telpon side ya?”

“Ya, saya tunggu Senin. Awas klo gak!”

Friends, itulah akhir obrolan aku di telpon dengan Alm. Saptudin hari Kamis, 4 april 2013 lalu. Akhirnya Senin kemarin (8 april 2013) aku pun datang memenuhi undangannya…
Tapi… begitu sampai di rumahnya bukan senyuman khas “opunk” yang datang menyambut,, melainkan isak tangis dan pelukan istri dan ibunya yang begitu menyayat hati… Saptudin hanya diaaammm.. dalam balutan kain kafan! dan siap dibawa ke rumah barunya…
Tak sadar air mata ini tak bisa berhenti mengalir…

“Oh teman, inikah arti undanganmu itu?! Undangan untuk bertemu denganmu untuk terakhir kalinya…? Oh Udin.. aku mau bilang kamu jahat!!! Tapi,, aku sadar Allah SWT punya kehendak lain.. Maafkan aku Udin,,, aku bahagia Allah SWT sudah menjadikanmu sahabat terbaikku walaupun hanya sebentar saja.”

SELAMAT JALAN TEMAN.. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya untukmu.

 
Kontributor: Dita Elistasari Ziadi (PH-36) | Ditulis untuk mengenang alm. Saptudin.
Advertisements

Tinggalkan komentar Anda di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s